Home » Blog » Zakat tanaman

Zakat tanaman

  • by

Pertanian sumber pendapatan dan ekonomi karena dengan memiliki tanah dan tanaman membuat seseorang itu menjadi kaya maka wajib dikeluarkan zakatnya yakni zakat pertanian sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an surah Al-An’am ayat 141,

۞وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٖ مَّعۡرُوشَٰتٖ وَغَيۡرَ مَعۡرُوشَٰتٖ وَٱلنَّخۡلَ وَٱلزَّرۡعَ مُخۡتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهٗا وَغَيۡرَ مُتَشَٰبِهٖۚ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثۡمَرَ وَءَاتُواْ حَقَّهُۥ يَوۡمَ حَصَادِهِۦۖ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
-Surat Al-An’am, Ayat 141

Zakat hasil pertanian apabila diairi dengan air hujan, sungai, mata air maka 10 persen dan apabila diairi dengan cara disiram, pakai irigasi maka zakatnya 5 persen sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW dari kitab hadits Sunan Abu Dawud berikut,

Sunan Abu Dawud
Kitab : Zakat

• Zakat tanaman

Hadits : 1361

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْهَيْثَمِ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا سَقَتْ السَّمَاءُ وَالْأَنْهَارُ وَالْعُيُونُ أَوْ كَانَ بَعْلًا الْعُشْرُ وَفِيمَا سُقِيَ بِالسَّوَانِي أَوْ النَّضْحِ نِصْفُ الْعُشْرِ

Telah menceritakan kepada Kami Harun bin Sa’id bin Al Haitsam Al Aili, telah menceritakan kepada Kami Abdullah bin Wahb, telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, ia berkata; Rasulullah shallla Allahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pertanian yang diairi hujan, sungai dan mata air atau dibiarkan begitu saja maka zakatnya adalah sepersepuluh, dan pertanian yang diairi dengan menggunakan alat pengairan atau dengan ember maka zakatnya seperdua puluh.”

Hadits :1362

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيمَا سَقَتْ الْأَنْهَارُ وَالْعُيُونُ الْعُشْرُ وَمَا سُقِيَ بِالسَّوَانِي فَفِيهِ نِصْفُ الْعُشْرِ

Telah menceritakan kepada Kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada Kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku ‘Amr, dari Abu Az Zubair dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Pertanian yang diairi sungai dan mata air zakatnya adalah sepersepuluh, dan yang diairi menggunakan alat pengairan maka zakatnya adalah seperdua puluh.”

Hadits :1363

حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ خَالِدٍ الْجُهَنِيُّ وَحُسَيْنُ بْنُ الْأَسْوَدِ الْعَجَلِيُّ قَالَا قَالَ وَكِيعٌ
الْبَعْلُ الْكَبُوسُ الَّذِي يَنْبُتُ مِنْ مَاءِ السَّمَاءِ
قَالَ ابْنُ الْأَسْوَدِ وَقَالَ يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ آدَمَ سَأَلْتُ أَبَا إِيَاسٍ الْأَسَدِيَّ عَنْ الْبَعْلِ فَقَالَ الَّذِي يُسْقَى بِمَاءِ السَّمَاءِ و قَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ الْبَعْلُ مَاءُ الْمَطَرِ

Telah menceritakan kepada Kami Al Haitsam bin Khalid Al Juahani serta Husain bin Al Aswad Al ‘Ajali, ia berkata; Waki’ berkata; Al Ba’lu dan Al Kabus adalah tanaman yang tumbuh dari air hujan. Ibnu Al Aswad berkata; dan Yahya yaitu Ibnu Adam berkata; aku bertanya kepada Abu Iyaz Al Asadi mengenai Al Ba’lu, kemudian ia berkata; yaitu yang disirami dengan air hujan. An Nadhr bin Syumail berkata; Al Ba’lu adalah air hujan.

Hadits : 1364

حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ خُذْ الْحَبَّ مِنْ الْحَبِّ وَالشَّاةَ مِنْ الْغَنَمِ وَالْبَعِيرَ مِنْ الْإِبِلِ وَالْبَقَرَةَ مِنْ الْبَقَرِ
قَالَ أَبُو دَاوُد شَبَرْتُ قِثَّاءَةً بِمِصْرَ ثَلَاثَةَ عَشَرَ شِبْرًا وَرَأَيْتُ أُتْرُجَّةً عَلَى بَعِيرٍ بِقِطْعَتَيْنِ قُطِّعَتْ وَصُيِّرَتْ عَلَى مِثْلِ عِدْلَيْنِ

Telah menceritakan kepada Kami Ar Rabi’ bin Sulaiman telah menceritakan kepada Kami Ibnu Wahb dari Sulaiman yaitu Ibnu Bilal dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari ‘Atho` bin Yasar dari Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya ke Yaman dan berkata: “Ambillah biji-bijian dari biji-bijian, kambing dari domba, unta dari unta, dan sapi dari sapi.” Abu Daud berkata: aku mengukur mentimun di Mesir mencapai tiga belas jengkal, dan aku melihat dua potong buah limau (sejenis jeruk nipis) yang telah dipotong diatas unta dan ditempatkan pada tempat seperti dua kantong.

Nishab dan Tarif

Dari Jabir, dari Rasulullah saw ” Tidak wajib bayar zakat pada kurma yang kurang dari 5 ausuqâ”(HR Muslim).

• Dari hadist ini dijelaskan bahwa nishab zakat pertanian adalah 5 ausuq;
• Ausuq jamak dari wasaq, 1 wasaq = 60 sha’, sedangkan 1 sha’ = 2,176 kg, maka 5 wasaq adalah 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg.

Advertisements

Kadar zakat yang harus dikeluarkan:

• jika diairi oleh hujan atau sungai 10 %, dan
• jika diairi oleh pengairan 5 %

Zakat pertanian dikeluarkan saat menerima hasil panen.

Syarat Zakat Pertanian

• Islam
• Merdeka

• Sempurna Milik
• Cukup nisab
• Tanaman tersebut adalah makanan asasi yang tahan disimpan lama.
• Tanaman tersebut adalah hasil usaha manusia dan bukannya tumbuh sendiri seperti tumbuh liar, dihanyutkan air dan sebagainya.

Nishab Hasil Bumi yang Tidak Diliter

• Nishab 5 ausuq adalah bagi hasil bumi yang dapat diukur dengan takaran tersebut.
• Adapun bagi hasil bumi yang tidak dapat diliter, menurut Dr Yusuf Qordhowi, nishabnya sama dengan nilai 653 kg hasil bumi yang berharga (seperti padi atau gandum).

Sementara zakat perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kakao (coklat), kopi dan tanaman perkebunan lainnya tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW sehingga para ulama berbeda pendapat dalam menyikapinya.

• Pendapat pertama para ulama tanaman keras atau tanaman perkebunan masuk dalam kategori zakat pertanian sebagaimana pendapat Abu Hanifah mewajibkan zakat bagi seluruh yang keluar dari muka bumi dan tidak disyaratkan haul (berlangsung satu tahun) dan nishab, artinya sedikit dan banyak harus dikeluarkan zakatnya. 

Sedangkan jumhur ulama Syafi’i, Ahmad bin Hambali, Maliki berpendapat semua tanaman yang mengenyangkan (memberi kekuatan) bisa disimpan (padi, kelapa sawit, jagung dan lainnya) dan diolah manusia wajib dikeluarkan zakatnya.

• Pendapat kedua para ulaman tanaman keras atau tanaman perkebunan tidak termasuk zakat pertanian karena tidak disebutkan dalam hadist dan tidak pula termasuk makanan pokok tetapi jika hasil tanaman perkebunan itu dijual maka masuk dalam zakat perdagangan dan wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 persen dari aset yang ada dengan syarat terpenuhi nishab seharga 85 gram emas dan berlaku satu tahun.

Jika pendapat pertama menghitung zakatnya berdasarkan jumlah produksi bila sudah melebihi nishab 653 kg wajib dikeluarkan zakatnya. Perkebunan yang tidak menggunakan pupuk dan tidak diairi sebesar 10 persen, sedangkan yang menggunakan pengairan dan pupuk sebesar 5 persen.

Jika pendapat kedua menghitungnya berdasarkan penjualan dari hasil perkebunan itu dan apa bila selama setahun melebihi hishab 85 gram emas wajib dikeluarkan zakatnya.

Terserah kita mau mempergunakan pendapat ulama pertama atau pendapat ulama kedua. Namun jangan sampai tidak mengeluarkan zakatnya.

firman Allah SWT dalam Al-qur’an surah Al-Baqarah ayat 267

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
-Surat Al-Baqarah, Ayat 267

Akhirnya terpulang kembali kepada kita masing-masing untuk mendapatkan yang terbaik dalam menunaikan zakat tanaman. 

Advertisements

Wallahu A’lam Bis Sawab.

Advertisements

Leave a Reply